Lembaran baru

“Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”
Itulah sepenggal kalimat yang selalu menginspirasi perjuangan saya selama ini. Tidak ada cerita yang bisa saya ungkap selama pindah dari Bandung beberapa tahun yang lalu. Lalu mendadak kesempatan akan memindahkan saya lagi. Untuk itu saya akan mulai berkicau lagi. Membagi beberapa pengalaman yang berkenan di hati untuk dibagi kepada yang merasa memerlukannya. Kadang cerita yang saya post di sini tidaklah menarik bagi siapapun, akan tetapi terbersit kepuasan dalam diri disaat berhasil membuat suatu tulisan. Mungkin memang takdir yang menentukan bahwa melalui perjalanan baru ini saya harus membuka kembali lembaran baru pada halaman ini. Semoga bisa berteman lagi sama teman-teman yang dulu pernah aktif berkomunikasi melalui media blog ini.
Sebelumnya saya ingin menyampaikan banyak terimakasih pada blog: http://www.wayanganes.blogspot.com/ yang cukup menginspirasi sehingga meingatkan saya untuk melakukan kembali kebiasaan yang lama telah terlupakan ini..
Inilah awal dari cerita saya..

Bandung, I’m Back!!!

Seneng juga akhirnya bisa balik ke Bandung setelah 4 bulan meninggalkan kota kembang ini. Wah semakin lama serasa sudah menjadi rumah ke dua. Berat untuk meninggalkan kota ini. Yang paling asik tentunya kembali untuk nge-Blog hehehehehehe..

Salam buat teman-teman semuanya. Bagi yang menjalankan Ibadah Puasa, met berpuasa yah. Moga amal ibadahnya diterima deh. Amiin..

Tapi seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti diikuti perpisahan. Demikian pula kedatanganku kali ini. Minggu depan harus cabut lagi ke Bali. Sayangnya foto-foto kemaren waktu di Bali ilang entah kemana. Padahal rencananya maw sharing ke teman-teman. Hiks hiks

Assyiiik Bisa BW lagi…

Peace!!!

Perbuatan Nyamuk Biadab!!!

Hampir seminggu berbaring di tempat tidur, ditemani sama demam dan perut yang diare. Karena usaha keras dan tekad yang meyakinkan, maka penyakit yang menyebabkan dehidrasi ini dapat aku tumpas dari tubuh ini. Sayang dua orang temanku masih bergulat di rumah sakit. Semoga mereka cepat sembuh.

Nyamuk, sepele memang kedengarannya. Tapi akibat yang disebabkan oleh gigitannya sungguh dahsyat. Terlambat seikit, nyawa sudah melayang. Demam Berdarah, penyakit yang selalu mewabah.

Jadilah tidak bisa ngeblog dengan baik dan benar. Tidak bisa balas jalan-jalan berkunjung. Maapkan buat teman-teman yang tidak sempat dikunjungi. Apalagi saat ini saya harus balik ke Bali, karena Ibu terlalu cemas sama anaknya yang sakit 3 bulan berturut-turut (sebelumnya tipus). Di Bali sendiri saya tinggal di daerah yang jauh dari sentuhan hasil pariwisata. Sehingga harap maklum jika internet selambat keongpun tarifnya 12 ribu/jam. Buka email yahoo saja harus meronggoh kocek 6 ribu. Jadi rasanya saya akan meninggalkan dunia perbloggan.

Sebelumnya saya sangat berterimakasih pada saudara poppy yang telah berkenan memberikan awardnya (maap balasnya kelamaan). Katanya saya tukang jalan-jalan yang cinta lingkungan. Hehehehehe jadi ketawa terpingkal-pingkal. Pokoknya terimakasih dan sukses selalu deh.

Nah untuk ngasi penghargaan ke sapa, aku jadi bingung. Soalnya semua teman-teman disini blognya bagus-bagus. Ya udah buat teman-teman aku kasi hadiah deh. Bunga anggrek yang baru aku foto hasil jalan-jalan terakhir ke Kebun Raya Bogor.

Selanjutnya akan berusaha membuat artikcle tentang tips melawan Demam Berdarah. Salam..

Bandung dari atas Jembatan Surapati

Jembatan Surapati dibangun untuk memperlancar arus lalu lintas yang baru keluar dari tol, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan Bandung Utara saat akhir pekan. Ternyata keberadaan jembatan ini telah menjadi landmark Kota Bandung. Selain itu jembatan ini sering digunakan untuk tempat pacaran. Terutama pada akhir pekan pasti ramai sekali. Untuk itu saya tertarik untuk mengabadikan apa yang mereka lihat di jembatan ini.

Baca lebih lanjut

Anggrek kita Dirampok!!

Indonesia adalah salah satu negara yang merupakan habitat dari Anggrek. Anehnya Indonesia bukanlah penghasil anggrek di dunia. Thailand dan Taiwanlah jawarannya anggrek. Yang paling disayangkan adalah anggrek-anggrek yang dihasilkan oleh kedua negara tersebut, induknya berasal dari Indonesia. Vanda dan Mokara Thailand, induknya adalah vanda tricolornya Indonesia. Anggrek bulan mereka juga asalnya dari Indonesia. Anehnya di Indonesia sendiri beberapa spesies anggrek mengalami kepunahan. Salah satu contohnya adalah Phalaeopnosis Javanica (anggrek bulan yang habitatnya di Jawa), Palaeopnosis Gigantea (anggrek bulan yang habitatnya di Kalimantan), vanda tricolor yang sangat sulit ditemukan di habitatnya terdahulu, lereng Gunung Merapi.

Baca lebih lanjut

Bandungku (semakin) Terancam!!

“We not inherit this land from ours fathers, but we borrow it from our Children.”

Pada awal Bandung berdiri, kota ini hanya dihuni oleh 11 ribu jiwa. Pada zaman kekuasaan Belanda, Bandung sangat potensial dibidang pertanian. Saat ini Bandung dihuni oleh sekitar 3 juta orang. Bisa dibayangkan kepadatan yang akan terjadi.

Semakin padatnya wilayah Bandung menyebabkan peralihan lahan untuk perumahan menjadi tidak terkendali. Termasuk yang terjadi di daerah Dago Pakar, Bandung bagian Utara. Dalam waktu relatif singkat tanah-tanah pertanian disulap menjadi perumahan mewah. Padahal daerah ini adalah daerah resapan air bagi kota Bandung.

Baca lebih lanjut

Bandung Tempo Doeloe di Museum Sri Baduga

Wilayah Bandung merupakan Danau Purba. Hal ini bisa terlihat dari pegunungan yang mengelilingi kota Bandung. Sayang danau ini bocor pada daerah kapur yang berada di sekitar Padalarang. Danau purba yang kering tersebut menarik perhatian Belanda untuk mendirikan kota. Diletakkanlah sebuah patok yang nantinya membelah bandung menjadi dua (Utara dan Selatan). Patok tersebut saat ini menjadi Alun-alun Bandung.

Nah itulah sekelumit sejarah berdirinya Kota Bandung. Untuk lebih jelasnya, kalian dapat mengunjungi Museum Sri Baduga. Di dalam museum terdapat pemaparan mengenai Bandung (baca Jawa Barat) dari jaman purba, jaman kerajaan Hindu, Budha, Islam, penjajahan Belanda dan sejarah Budaya yang berkembang di sana. Museum ini terletak di jalan BKR (jalan tentara pejuang), tepat di depan Taman Tegallega. Jadi jika ingin tahu bandung secara menyeluruh, musti berkunjung nih ke sini.

Berikut laporan aku yang sempat menengok museum ini:

Baca lebih lanjut