Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Di dalam alam bawah sadar sebagian besar orang akan menganggap angka 13 adalah angka sial. Akan tetapi tidak bagi duet calon gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade). Dua anak muda ini (termasuk muda dibandingkan dua calon gubernur yang laen) sukses memutarbalikkan prediksi di atas kertas saat pemilihan cagub/cawagub Jabar pada tanggal 13 April 2008. Menyimak hasil pemilu 2004, seharusnya kedua cagub dan cawagub tersebut menduduki peringkat ketiga. Akan tetapi menurut perhitungan cepat atau istilah kerennya quick count dari lima lembaga independen, mereka memenangi pemilihan cagub/cawagub dengan perolehan angka yang cukup signifikan. Memang pengumuman resminya akan dapat kita terima tanggal 22 April ini, akan tetapi quick count yang menyempal ilmu statistik bisa dijadikan indikasi dari semesta pemilih. Errornya cuman 1%. Jadi bisa dipastikan Hade memenangi pemilihan cagub/cawagub Jabar.

Banyak hal yang bisa dicermati dari kemenangan ini. Pertama, ternyata rakyat (khususnya) Jabar cukup cerdas dalam menentukan pilihan. Dari segi visi/misi Hade lah yang paling cerdas dan paling memihak kepentingan rakyat kecil. Padahal dilihat dari program kerja tidak ada yang istimewa. Sekolah murah (kalau bisa digratiskan), perbaikan sekolah, penyediaan buku ajar sekolah, kesehatan murah (klo bisa digratiskan), pemberdayaan UKM, penyediaan sejuta lapangan kerja, pemberdayaan pertanian, perbaikan fasilitas. Bener-bener ga ada yang istimewa. Akan tetapi inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat Jabar saat ini. Mungkin mereka sudah muak dengan cagub/wagub incumbent yang selama kepemimpinannya menghasilkan sesuatu yang ga jelas. Masak provinsi sekaya Jabar jalanan banyak berlubang (sampai ada istilah: ”di bandung selain banyak jalan berlubang, juga banyak ada lubang berjalan”). Termasuk jalan perkotaannya lho. Bisa dibayangkan bagaimana jalan pedesaannya. Hancur kayak arena off road. Kedua, putra daerah tidak berpengaruh pada hasil. Hade sendiri memiliki KTP DKI sehingga tidak memiliki hak pilih. Sehingga pada saat pencoblosan keduanya cuman memantau TPS-TPS. Yang penting memihak rakyat coy, ga perlu harus jadi putra daerah. Ketiga, kampanye personal lebih baik dari kampanye akbar. Bisa kita lihat di TV, setiap Hade kampanye akbar, masyarakat yang datang ga banyak-banyak amat dibandingkan dua pasang calon yang laen. Perang spanduk dan poster mereka juga kalah. Mungkin modal kampanye juga kalah. Terus bagaimana caranya mereka bisa memenangkan pertarungan?? Sudah sangat umum di masyarakat kalau PKS memiliki masa yang militan dan berpendidikan. Banyak mahasiswa di bandung yang jadi partisipannya lho. Nah masyarakat inilah yang dimanfaatkan untuk melakukan kampanye dari mulut kemulut. Disini terbukti taktik lebih sukses daripada modal.

Tetapi terpilihnya Hade tetap menyisakan kekhawatiran, terutama bagi saya pribadi. Dimana Hade disokong oleh partai agama yang cukup militan. Sehingga saya pribadi mencemaskan terabaikannya salah satu budaya nusantara yaitu budaya Sunda. Saat ini semakin banyak orang Sunda yang terasing oleh budayanya sendiri dan dipaksa meyakini budaya impor timur tengah. Bagi yang memberontak pun setidaknya akan mengayomi budaya barat. Jadi budaya Sunda tetap akan terabaikan. Padahal Jabar memiliki banyak tempat yang layak dijadikan tujuan wisata. Akan tetapi tempat wisata tanpa budaya adalah hal yang mustahil. Jadi Pariwisata Jabar mungkin tidak akan mengalami perubahan.

Secara umum saya salut pada pasangan Hade. Selamat pada kedua anak muda yang berhasil melakukan shock therapy bagi golongan tua yang udah karatan sama korupsi. Sekarang tugas berat sudah menghadang. Mengaplikasikan semua janji anda kepada rakyat. Janji bukanlah basa basi, tapi hutang yang harus anda lunasi. Selamat memperjuangkan kedaulatan rakyat Jabar yang lama telah terampas. Sukses buat anda. Terimakasi telah menginspirasi kami, para anak muda bangsa. Mudah-mudahan bisa meneruskan kesuksesan anda.

Bakti kami untukmu, Tuhan, Bangsa dan Almamater.

Merdeka!!!!

140308

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: