Wapres Melanggar HBKB

Untuk mengurangi polusi udara, beberapa kali dalam sebulan, Jalan Thamrin Jakarta ditutup bagi pengguna kendaraan bermotor. Minggu kemarin di tetapkan sebagai HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor). Masyarakat terpaksa menurutinya dengan mengalihkan rute perjalanan dari Jalan Thamrin. Walaupun mereka sebenarnya bersungut di dalam hati, “Jalan sudah sedikit, macet dimana-mana, eh kok jalan utama malah ditutup.” Akan tetapi sebagai orang kecil, apalah guna protes. Kuping pejabat itu sudah mengalami kelainan. Protes masuk telinga kiri, keluarnya langsung lewat telinga kanan. Tanpa proses yang melewati otak dulu (atau mungkin mereka ga punya otak ya??).

Nah, saat hening-heningnya Jalan Thamrin dari kendaraan bermotor, tiba-tiba nongol rombongan wapres Jusuf Kalla yang akan menuju Monas untuk mengikuti suatu acara. Tanpa basa-basi, petugas pengiring rombongan masuk ke Jalan Thamrin yang lenggang tersebut. Tujuannya mungkin ingin lebih cepat sampai di Monas. Mengetahui kejadian ini, panitia pelaksana HBKB dan beberapa anggota LSM berusaha menegur. Tapi teguran mereka tidak diperhatikan. Melajulah rombongan wapres di jalan yang seharusnya dilarang. Setidaknya ia berhasil meyakinkan pantia dan anggota LSM tersebut, siapa sebenarnya yang berkuasa.

Beginilah mental pejabat kita. Jangan salahkan masyarakat jika mental seperti ini ditiru sama masyarakat. Lihatlah lajur busway yang sering dirampok oleh angkutan umum dan pribadi. Mereka beralasan perampokan terjadi karena jalur busway lancar dan jalur lainnya macet. Lha, bukannya busway dibuat biar mereka tidak menggunakan kendaraan pribadi sehingga kemacetan bisa dikurangi. Jadi serba bingung.

Mengenai mental pejabat yang selalu menganggap dirinya VVIP (very very important person), ini sangat merugikan masyarakat pengguna jalan lainnya. Kadangkala saat enak-enaknya berkendaraan, eh dari belakang muncul patroli polisi dengan raungannya yang memekakkan telinga dan dengan tidak simpatik menyuruh kita untuk minggir. Padahal kalau dinegara lain, presiden memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. Jadi kalau kena macet yah ikutan dong. Kan macet juga karena kebijakan presiden yang ga becus. Masak ngurus macet aja ga bisa. Nah sekarang harus bertanggungjawab untuk merasakan kegagalan kebijakannya. Tapi kenapa mereka ga mau bersama-sama rakyatnya untuk macet bersama-sama yah?? Egois banget ternyata pemimpin kita yah???

2 Tanggapan

  1. Semua mental orang tinggi dinegara kita sama : GA MAU SUSAH! GImana caranya? ya cari jalan pintas. Ya itu diregenerasi ama rakyat2 kita yang cukup bodoh untuk menerima.

    Katanya mental rakyat ga akan jauh ama pemimpinya lho..
    salam kenal yah..

  2. yah kapan lagi mereka bisa begto… pas berkuasalah mereka menggunakan kuasa mereka sepuas2nya…

    Ntar setelah selesai berkuasa, ketakutan dikejar-kejar KPK
    hahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: