Beberapa Kekonyolan yang Pernah Terjadi di Pura Besakih

Pura adalah tempat kita menghadap Tuhan. Tapi kalo pura dijadikan tempat untuk meraup keuntungan ekonomi atau pelanggengan kekuasaan, apa jadinya yah?? Berikut adalah beberapa hal konyol yang pernah terjadi di Pura Besakih:

Pertama:

Pengukuhan delapan pemerintah swapraja Bali pada tanggal 29 Juni 1938. Ke delapan raja mengucapkan sumpah setia untuk penjajah Belanda. Pengangkatan sumpah ini dihadiri oleh para petinggi penjajah Belanda di Bali dan Jakarta. Jadi pada saat itu Pura Besakih digunakan para feodalis untuk melanggengkan kolonialisme. Amat sangat disayangkan kalau ternyata para Betara di besakih tidak melakukan respond apa-apa. Seakan-akan merestui kolonialisme di Bali. Jadilah setelah penjajahan Belanda, Bali (secara umum Indonesia) dijajah oleh kaumnya sendiri. Perestuan ini berbanding terbalik seperti peristiwa yang ke dua.

Kedua:

Pada tahun 1963 diadakan Eka Dasa Rudra. Masalah timbul karena pemerintahan saat itu, yaitu Soekarno berusaha menjadikannya komoditi pariwisata. Beliau mengundang para peserta konferensi Internasional untuk menghadiri upacara bersama beliau sendiri. Kemudian Gunung Agung Batuk-batuk. Acara yang tadinya direncanakan berlangsung dua bulan hampir di hentikan. Tapi karena alasan promosi pariwisata, pembatalan urung dilakukan. Meletuslah Gunung Agung di tengah-tengah jalannya upacara. Bali Timur porak poranda dan di susul dengan bencana kelaparan. Anehnya Sukarno malah menjadikan letusan itu sebagai objek wisata bersama wakil biro-biro perjalanan. Adakah hubungannya dengan meletusnya Gestapu tahun 1965, sehingga dinasti Soekarno runtuh??

Bisa dipastikan disini kalau para Betara di Gunung Agung akan murka dengan pariwisata yang kebablasan. Jadi bagi kalian yang bertindak sewenang-wenang di Bali, tunggulah pembalasannya…hehehehehehehehehehe….

Ketiga:

Para wisatawan dengan leluasa bias masuk pura asalkan mereka menyewa selendang dan kamben (kain) yang disewakan penduduk sekitar. Amat disayangkan kalau tidak ikut disewakan kain untuk penutup pakaian mini. Jadilah terdapat parade tank top. Klo di Kuta ber-tank top ria sih ga papa. Mudah-mudahan tidak ada wisatawan yang tertarik untuk berbikini dan menjemur diri di pelataran pura. Karena demi duit apapun bisa terjadi.

Suksma

8 Tanggapan

  1. hah..berbikini di pelataran pura? hehe moga2 tak terjadi ya bro,,aya aya wae..😀

    yup, mudah2an aja ga sampai trjadi

  2. ayyoooo tambahin lagi..
    rasanya masih banyak terjadi hal-hal konyol disana.
    termasuk semrawutnya parkir, pedagang acung yang kurang ajar, anak-anak penunggu sesari, dan laen-laen..

    Silahkan bagi yang berminat untuk menambahkan….

  3. waduh tulisana nok….
    harus di salurkan tu
    salam

    salurkan kemana yah??? Ke Gurbernur???

  4. beginilah bali sekarang, semuanya bisa dijadikan komoditas pariwisata… ck ck ck…

    sangat disayangkan jika masyarakat bali masih terninabobokan oleh pariwisata

  5. yang pertama itu sumbernya dari mana bro? saya baru tau yang itu, pingin baca cerita selengkapnya!😀

    sumbernya dari buku : DR. Ide Anak Agung Gede Agung, Keunggulan Diplomasinya Membela Republik. Karangan Aco Manafe

  6. mungkin pengelolaannya kurang teratur jadi semuanya seperti semrawut gt. dan mungkin juga perhatian dari pemerintah terhadap pengelolaan juga kurang.
    Bisa dibandingkan dengan pengelolaan Obyek Wisata Tanah Lot.

    Visit: http://www.tanahlot.net

    emang karena penduduk sekitar dah berubah jadi konsumtif. Jadilah uang adalah dewa baru mereka..

  7. TOLONG KIRIMKAN SECARA RINCI KISAH TERJADINYA PURA BESAKIH KE E-MAIL SAYA PLISSSSSSSSSSSSSS……..!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  8. mungkin pura besakih tidak dijadikan obyek wisata

    tapi saya mau bertanya apa tujuan anda mengakat tema ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: