BBM Naik, Minyak Tanah Langka dan Gas Menghilang

Lebih dari seminggu Bandung kehilangan pasokan gas. Depot-depot gas ramai oleh antrean. Pengecer sibuk mengambil untung dengan membandrol harga 65 ribu, 14 ribu lebih mahal dari harga depot. Itupun harus pesan dua hari sebelumnya dengan membayar lunas di depan. Jadilah kompor gasku menganggur selama dua hari ini. Piuhhh…. Jadi heran, apa sih maunya pemerintah??….

Beberapa minggu sebelumnya, pasokan minyak tanah dikurangi. Pangkalan minyak tanah juga ramai oleh antrian. Para pengguna minyak tanah dihimbau beralih ke gas, karena dapat menghemat biaya subsidi pemerintah. Seperti diketahui, Indonesia adalah penghasil gas yang cukup besar di dunia. Akan tetapi semua gas kita malah diekspor ke Jepang, Cina dan Korea. Untuk kebutuhan dalam negeri malah impor. Kebijakan yang aneh. Makanya jangan heran kalau pabrik pupuk dan keramik sampai kesulitan mendapatkan pasokan gas.

Lebih aneh lagi, setelah berjor-joran dengan konversi minyak tanah ke gas dan lumayan sukses dengan mulai beralihnya masyarakat ke gas, eh gas malah langka. Sebulan lalu di Surabaya, sekarang sudah melanda Bandung. Jadi emosi, apa lagi menulis ini setelah kekalahan Tim Thomas dari Korea 3-0 tanpa balas GRRRRRRRRRRRRRR……….

Aku ingin berontak, tapi pada siapa?? Orang autis tidak akan sadar akan sekelilingnya.

Aku ingin berdemo. Ingin bilang ke pemerintah kalau kebijakan mereka salah. Kalau kebijakan mereka hanya menguntungkan sebagian kecil kroni-kroni mereka dan kapitalis asing. Tapi apa orang tuli bisa mendengar??

Aku ingin mengajak pemerintah melihat rakyatnya. Banyak rakyat miskin yang tidak tahu harus mengeluh pada siapa. Harus antipati pada siapa. Harus menyalahkan siapa. Sudah kenyang aja bersyukur. Ga peduli makanan mereka bergizi atau enggak. Yang penting bisa memenuhi perut. Tapi apa yang bisa kita harapkan pada orang buta??

Teringat waktu sekolah dulu. Murid bodoh pastilah ga terperhatikan. Ga ada yang peduli apakah mereka telah membuat PR atau enggak. Wong walaupun udah bikin PR, emang sapa yang sudi nyontek ke mereka?? Jadi tidak bisa diandalkan gitu deh. Ternyata hal ini mulai menyadarkan aku. Apa gunanya terlalu berharap pada pemerintah?? Orang bodoh saja ga bisa diharapkan. Terus apa yang bisa kita harapkan pada orang bodoh yang buta, tuli, lumpuh, ada autisnya pula??

Iya, pemerintah kita semakin mengenaskan. Padahal masih muda, tapi telah mengidap penyakit yang kronis. Penyakit yang menyebabkan kebutaan, bodoh, tuli, lumpuh sampai menjadi autis.

Tapi aku masih yakin bangsa ini akan mencapai kejayaannya kembali. Walaupun saat itu aku telah berkalang tanah, tapi setidaknya anak cucuku bisa mengabari aku tentang kedigjayaan bangsa ini kelak di atas pusaraku. Bangsa ini harus segera membenahi organ-organ tubuhnya dengan penegakan hukum yang tegas, good coorporate gorvernment, pemangkasan birokrasi dan penindakan borok korupsi yang tegas lewat KPK.

Untuk itu, tanggungjawab kitalah sebagai generasi penerus untuk mempersiapkan calon pemimpin bangsa ini. Belajarlah dari kesalahan angkatan kakek kita yang hanya bisa mendidik para koruptor tengik. Jangan terlalu berharap dari pemerintah yang sudah berkarat oleh penyakitnya. Kita pasti bisa…

“Merah Putih teruslah Kau berkibar

Di ujung tiang tertinggi

Di Indonesiaku ini….”

10 Tanggapan

  1. Coklat? iya lebih baik nyanyi2 aja daripada mikirin kebijakan pemerintah🙂

    lebih baik nyanyi daripada seteres bli

  2. ah emosi jg jdnya..
    nulis di blog was-was
    situasi ekonomi memburuk
    walaupun dibalik keputusan pemerintah pasti ada itung2annya
    semoga bukan sekadar populis
    atau malah berisiko spt diceritakan di blog lain (priyadi.net)

    do the best ajalah mas

  3. saya malah masih pake minyak tanah,soalnya ndak berani pake gas. sementara ini di kampung saya masih tersedia stock minyak tanah, walau harganya udah rp 4500 keatas perliternya. mungkin kalo dah semakin langka saya mau beralih ke kompor listrik aja. males banget pake gas. tatuuuut😀

    listrik juga ntar bakalan mahal. Kan bikinnya dari minyak dan gas juga.. kok males pake gas mbak??

  4. iya benar itu tanggung jawab penerus bangsa…
    yuk buat ibu pertiwi tersenyum lagi🙂

    yup..senyum yang bukan lawakan satir tentunya

  5. Terlepas dari tekanan dan arus protes itu, ada biknya kita juga menelaah kedalam diri sendiri sebagai individu anggota masyrakat, sudahkah kita hidup dengan hemat energi? BBM akan cenderung dan pasti naik harganya – karena persediaan semakin menipis..

    Ketergantungan kita dengan fossil fuel harus dikurangi, kapan mulainya? ya sekarang…

    SETUJU.. Mulailah dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.. Mudah-mudahan dinamoku ntar bisa menghasilkan listrik dari tenaga angin..

  6. kita cuman orang yang di korbankan oleh situasi… dan kita juga cuman anak panah yang hanya bisa melesat tanpa tahu arah…

    “yang jelas negara ini sudah bobrok”

    untuk itu perlu kita benahi negara ini dari sekarang..Demi anak cucu kita

  7. betul bli tim thomas kalah gara-gara kurang latihan. Mereka antri gas. Sekarang siapa yang salah atas kekelahan yang memalukan itu. Malu. Beginilah kalau dulu banyak yang ngincar uang. Jelas-jelas gas nyeprot depan mata kok malah langka.

    andaikan gas yang nyemprot itu bisa dimasukkan tabung 12 kiloan..rakyat porong pastilah kaya raya dan ga da yang bakalan demo lagi..Yang punya lapindo akan jadi pahlawan, bukan seperti sekarang yang ketauan pengecutnya..

  8. kalo nonton persfektif wimar kemarin kayaknya bang Andi tuh siap jadi calon pemimpin yang baik tapi tau juga, bisa di coba? tapi rakyat bukan untuk coba-coba kan? Jadi gimana solusinya? Kita? Haruskah kita maju ke depan lagi? Tapi kita sering salah buktinya setelah mendapat pemimpin yang baik setelah lengsernya 32 tahun kekuasaan orde baru malah kembali kita jatuhkan! Jadi bagaimana baiknya?

    bukannya dulu dia pelopor partai merdeka?? terus kalah eh malah loncat ke partai lain.. Mungkin begitulah kualitas pemimpin kita. Pintar omong doang.. Coba dia rasain gimana capeknya ntri gas?? mana mau..

  9. Kalau aku sejak dulu sudah memakai blue gaz, bahkan jauh hari sebelum krisis minyak tanah. Pertengahan april kemarin sempat langka, tapi sekarang sudah lancar lagi.

    belum pernah antri blue gaz ya pak??

  10. yah begtolah indonesia… mending pasrah aja bli nunggu satrio piningit yang gak muncul2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: