Istana Negara vs Monas

Teman pernah bertanya: “Tau gak kenapa setiap pemimpin negara kita selalu jauh dengan rakyatnya? Kalau dulu karena dipimpin penjajah sih lumrah, tapi sekarang dipimpin oleh orang kita sendiri prilakunya tetep saja sama.”

Karena dilihat saya telah pasrah diapun nyeroscos, “karena pemimpin sekarang tetep tinggal di Istana yang dibikin oleh penjajah untuk mengawasi daerah jajahannya. Jadi saat berkuasa perilaku mereka hampir sama dengan penjajah.”

Jawaban yang sedikit ngaco, tapi setelah direnungkan ada benarnya juga. Istana negara yang terletak di Jalan Merdeka Utara dibangun pada tahun 1796 dan pembangunannya selasai tahun 1804. Sejak tahun 1821 oleh pemerintah kolonial, bangunan tersebut digunakan sebagai pusat pemerintahan. Begitu juga saat Jepang berkuasa di Indonesia. Selama penjajahan Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan, istana ini telah digunakan oleh lebih dari 20 kepala pemerintahan dan kepala negara.

Monumen Nasional (Monas) adalah salah satu proyek mercusuar yang dibuat pada pemerintahan Presiden Sukarno. Monas dibuat pada dekade 1960-an, dimana pada saat itu Indonesia sedang bersengketa dengan Malaysia dan Belanda. Karena sengketa tersebut, Indonesia keluar dari PBB. Karena keluar dari PBB. Indonesiapun dikucilkan oleh negara barat. Pengucilan ini menyebabkan Indonesia beralih untuk bermesraan dengan blok komunis. Beberapa hal fantastis dilakukan pada masa ini. Karena tidak diikutsertakan pada Asian Games, Presiden Sukarno berinisiatif membuat ajang olahraga sendiri. Maka dibangun pula Gelora Bung Karno. Ternyata beberapa proyek mercusuar ini meninggalkan akibat yang sangat parah. Inflasi mencapai 650% dan pemerintah memutuskan untuk melakukan pemotongan mata uang. Hal inilah yang mengakibatkan penderitaan luarbiasa pada rakyat.

Untuk itu, jadi ingin membandingkan, angkuhan mana sih antara Istana Negara dan Monas????

16 Tanggapan

  1. pingin ikut kopdar? gampang caranya. kirimkan fotokopi KTP atau identitas yang berlaku (halah!!). Lho bukannya mas sudah ikut komunitas blogger bali? nah itu disamping kanan ada gambarnya.
    Sejauh yang saya kenal kalo mau ikut kopdar tinggal ikut aja atau minimal daftarin diri/blog kita ke yang punya acara.
    Kalo kopdar batagor kemarin yang datang ada yang dari jakarta dan ada juga yang dari Jogja. Total yang datang sekitar 71 dari 103an yang daftar.

    Thanks atas infonya..

  2. angkuhan monas tuh….rakyat pada miskin, gak bisa bayar spp, bbm sulit kok emas malah2 dipajang sekedar buat pamer. mending puncak monas diganti aja sama batu, lalu emasnya dijual kiloan ke toko emas. duitnya bias buat bantu rakyat gak mampu beli sembako

    ntar duit penjualan emasnya disunatin..kan tetep sakit hati jadinya heheheheehe

  3. Paragraf 2, hihih… maksa gak ya?
    Aduh, gak tau yah wong pelajaran sejarah ku nilainya ga’bagus2 amat…(gak nyambung bgt sih ni ya):D
    Angkuhan mana?, marikitatanyakan kepada rumput yang bergoyang..:D…. Sekitar monas ada rumput gak ya.. hihih…… Udah lama gak pulang nih…

    iya..agak maksa sih..
    sekitar monas banyak rumputnya. tp sayang rumputnya pendek-pendek. Jadi ga mungkin akan bergoyang. Trus nanya sapa dunk???

  4. berarti angkuhan gelora bung karno dong..:D

    Hiks yang dibandingkan kan antara Istana dengan Monas..

  5. angkuhan jakarta menurutku hehe..😀

    angkuh kotanya ato orangnya??

  6. Mungkin lebih angkuh orang yang membangunnya kali ya?

    yang membangun kan sesuai pesanan aja…hehehehe

  7. masih tetep angkuh pejabatnya. -no comment more-

    hehehehhee klo itu mah dah tahu..

  8. istana negara x yaa, monas kan sampe sekarang jadi simbol negara. Dinegara lain kan ga ada monas.

    Kalo istana negara, pasti tiap negara punya

    hehehehe salah nangkep yah maksudnya??

  9. hui dua2nya sama2 angkuh tapi asikan monas kayaknya hehehehe…

    lebih asik monas emang..masuk istana peraturannya ketat.

  10. monas apanya monalisa?
    *gak nyambung….

    hehehehe sama-sama karya seni ya??

  11. dua2nya sama2 angkuh mas…
    secara monas ada emasnya dan banyak rakyat yg mati kelaparan gr2 kemiskinan
    dan istana angkuh karena isinya orang2 yg g mw berbagi kepada org yg membutuhkan

    setujuuu

  12. Hmm… ditempat saya malah ada orang yang ga punya apa-apa tapi angkuhnya luar biasa.. hehehe…
    Pada dasarnya, pemimpin negara dan rakyat itu adalah sama, yang beda kekuasaannya..
    Bila rakyat atau orang sekitar kita aja pola pikirnya ga bener, nanti akhirnya yang jadi penguasa pun orang ga bener juga.. Jadi, habis mbandingin angkuh mana Monas sama Istana Negara, yuk kita bandingkan apa kita itu angkuh atau engga😀

    yupz..klo aku emang kadang angkuhnya keluar sih..hehehehehe

  13. sama2 angkuhnya😛

    senyum ada deh🙂

  14. Angkuh mana yah, coba bandingkan dengan ini mas …

    Setiap berangkat kerja saya lewat gedung dpr-mpr dan yang ada di pikiran saya, apakah ini yang mereka bilang wakil rakyat.

    Who’s fooling who ….😉

    Gedungnya dipagari besi setinggi mungkin 5 meter, tidak sembarang orang boleh masuk kompleks dpr, “wakil rakyatnya” naik mobil dinas mewah, dengan tunjangan keluarga, uang rapat, uang reses, gaji dan bermacam fasilitas lain yang juga mewah. Dalam hal fasilitas umum, mereka mendapat prioritas.

    Apakah dalam pikiran mereka seperti ini yah “Wah, kalau mau mewakili dan memperjuangkan rakyat ya harus mendapat fasilitas dan kenyamanan ini itu agar bisa berkonsentrasi memperjuangkan rakyat.”

    berarti yg di DPR juga pada angkuh semua yah..hehehehehe

  15. Btw, selama jadi presiden, Soeharto nggak tinggal di istana negara/merdeka lho, tapi di jalan cendana. Tapi tetep aja kayak penjajah tuh kelakuannya…😕

    hehehehehehe gitu yah??
    apa mungkin yg di cendana juga peninggalan penjajah??

  16. sekarang kan Istana selalu open house tiap Sabtu-Minggu ya, jadi mencoba untuk membuka diri ke masyarakat. Lagipula, untuk pemerintahan yang sekarang, saya lebih gak suka dengan orang-orang yang menamakan dirinya wakil rakyat dan ngomong ngalur ngidul di Senayan. Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: