Monas: “Angkuhnya dikau…”

Dari Bogor sampai di Gambir. Perjalanan hanya satu jam saja. Tiket kereta 6 ribu rupiah.

Monas terletak tepat di samping Gambir. Hanya dibatasi pagar saja. Monas dibangun berbarengan dengan Gelora Bung Karno. Saat itu Monas menjadi monumen tertinggi di Asia. Pembangunan beberapa megaproyek ini bertujuan untuk meningkatkan prestise Indonesia di Mata dunia. Saat itu Indonesia tengah mengalami masalah internasional dengan Malaysia dan Belanda di Irian Barat. Karena permasalahan dengan Malaysia, Indonesia sampai keluar dari PBB dan mendekat ke blok komunis. Pada saat itu terbentuklah poros Jakarta-Peking-Pyongyang. Sayang karena terlalu jor-joran dan tidak memperhitungkan pendapatan negara, pembangunan proyek mercusuar tersebut mengakibatkan inflasi yang sangat besar yaitu 625%. Jadi rakyatlah yang menderita akibat pembangunan proyek mercusuar tersebut. Sehingga sempat beredar rumur: “biar miskin yang penting sombong”.

Bekas kawat berduri sisa kerusuhan kemarin…

Disinilah kira-kira kerusuhan itu terjadi. Setidaknya latarnya kan sama dengan yang ada di TV.

Kalau masuk ke silang monas, gratis. Tapi kalau mau masuk ke monumannya, harus bayar. Tiket masuk 7 ribu sudah termasuk naik ke Monas. Ini beberapa foto hasil jepretan di puncak Monas (sayang ga bisa mengelus-elus emasnya hehehehehe).

Taman yang mengitari Monas. Indah sekali jika dilihat dari atas. Kalau dari bawah terlihat seperti taman biasa.

Bundaran Bank Indonesia dan Gedung Bank Indonesia. Juga terdapat bus Transjakarta yang lagi stand by.

Ini dia gedung MA. Ternyata gedungnya paling kotor diantara gedung yang mengitari Monas. Kalau gedungnya sudah kotor, bagaimana orang-orang yang kerja di sana yah?? Ikut main kotor gak ya???

Rasanya sangat sulit untuk mendapatkan rung terbuka hijau selain Monas di Jakarta. Suasananya asri sekali. Tapi kok usaranya tetap terasa panas yah?? Selain itu taman-tamannya rasanya sangat terurus. Penyiraman pun dilakukan secara otomatis. Mungkin karena termasuk ring 1 yah. Malu dong, masak di depan Istana lingkungannya semrawut. Kalau ada waktu singgah aja ke Monumen yang dibangun untuk menunjukkan wibawa negeri ini (katanya….).

11 Tanggapan

  1. terakhir daku kesana, bau pesing lhoooo.
    banyak yang bikin air mancur sembarangan (alias kencing sembarangan)
    sekarang masih tak?

    hahahahaha sayang aku ke sana bukan nyari WC umum.. jadi ga ketemu tuh bau pesingnya..

  2. waaah, trnyata eka lg jalan2 nok. trus kapan smp bali?😀

    bulan depan petualangannya akan dilanjutkan di Bali bli…😀

  3. belum pernah ampe monas,sekalinya ke jakarta cuman sampe ancol..hehe.. eh itu mananya monas ya? hihi

    ancol di utaranya Monas mbak..

  4. ke monas pas sma dulu, nyasar, ilang, nangis…. jeleknya pengalaman di monas “lost in the city” hikz…hikz…😦

    wah anak punk ternyata bisa nangis juga yah hehehehehe

  5. hahaha, nanti jakarta tu kaya NY kl di amrik sono

    tp NY kan ga semrawut…

  6. klo deket emasnya pasti ga cuman ngelus…
    bisa2 diangkut skalian tuh

    hehehehehe tau aja perasaan hatiku. cungkil2 dikitlah

  7. 6000 bukannya jam2 tertentu mas??
    Btw diriku udah lama bnget gak maen k monas,,,

    oooo gitu yah?? pantasan, biasanya 10 rb yah??

  8. bukan di wc umumnya, di sepanjang tamannya itu bang… yang bau pesing

    ooooo…. mungkin mau ngasi pupuk gratis. ga menelusuri tamannya sih..

  9. waaah…baru tau kalo taman-tamannya seindah ituuu..
    jadi pengen liat…

  10. jakarta selalu saja membuat saya merasa terlalu kecil, mas, hehehehe😆 perubahan telah banyak terjadi di kota megapolitan ini. mudah2a kehadiran ikon2 modern dan global itu tak membuat jakarta jadi kota yang angkuh.:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: