Bandungku (semakin) Terancam!!

“We not inherit this land from ours fathers, but we borrow it from our Children.”

Pada awal Bandung berdiri, kota ini hanya dihuni oleh 11 ribu jiwa. Pada zaman kekuasaan Belanda, Bandung sangat potensial dibidang pertanian. Saat ini Bandung dihuni oleh sekitar 3 juta orang. Bisa dibayangkan kepadatan yang akan terjadi.

Semakin padatnya wilayah Bandung menyebabkan peralihan lahan untuk perumahan menjadi tidak terkendali. Termasuk yang terjadi di daerah Dago Pakar, Bandung bagian Utara. Dalam waktu relatif singkat tanah-tanah pertanian disulap menjadi perumahan mewah. Padahal daerah ini adalah daerah resapan air bagi kota Bandung.

Ini dia cekungan Bandung tempat danau purba itu. Gambar diambil dari salah satu puncak bukit di Dago Pakar. Tampak pada cekungan Bandung telah dipenuhi dengan perumahan dengan latar belakang pegunungan pada bagian Selatan. Gambar rumah terdekat adalah lereng Bukit Dago Pakar yang dulunya adalah lahan pertanian.

Beberapa bangunan yang dibuat pada lereng bukit dengan memangkas lerengnya.

Bagunan yang tampak megah di atas lahan bekas pertanian.

Pembangunan yang sedang terjadi untuk membuat sebuah apartemen.

Salah satu restoran yang terdapat di lereng bukit.

Bukit bagian atas yang telah gundul ditanami dengan tanaman palawija. Akan tetapi tanahnya bukan lagi milik penduduk sekitar. Hampir semua tanah di bukit tersebut sudah dimiliki oleh para makelar tanah.

Bukit yang menjadi lahan pertanian tapi sebentar lagi akan dibangun perumahan.

Beberapa penggarap lahan yang sempat diajak ngobrol.

Menurut penduduk setempat yang diajak ngobrol, dahulu tanah mereka dibeli 100ribu/meter persegi. Saat ini harganya sudah menjadi 2-3juta/meter persegi. Sayangnya saat ini tanah tersebut sudah bukan milik mereka lagi. Sebagian besar tanah tersebut dimiliki oleh makelar tanah. Sedangkan petani yang tanahnya sudah dibangun memilih pergi ke daerah lain seperti Cianjur, Subang, dan Cirebon.

Saya yang saat ini tinggal di Bagian Utara Bandung sangat merasakan dampak yang diakibatkan oleh pembangunan ini. Setiap musim hujan dan kemarau pasti kesulitan air. Musim kemarau karena tidak ada air, sedangkan musim hujan karena airnya keruh sehingga PDAM harus menggunakan banyak tawas untuk menjernihkannya. Parahnya lagi hujan sedikit saja akan menyebabkan wilayah Bandung Selatan, terutama Dayeuh Kolot akan terkena Banjir. Bandungku semakin terancam!!!

Memang hidup itu seperti perputaran roda. Kadang di atas kadang juga di bawah. Dulu Bandung adalah danau purba. Apakah sebentar lagi danau purba itu akan ada lagi?? Entahlah.. Kita terlalu kejam terhadap alam. Kasihan anak cucu kita. Bagaimana menurut saudara??

46 Tanggapan

  1. Jadi inget sebuah postingan teman yang intinya menggambarkan kehidupan di tahun 2070 kelak. Keadaan bumi kering kerontang, manusia akan kelihatan seperti monster dikarenakan kulit yang amat kering mengerikan, kehausan dah amat kotor karena gak ada air!. Tragisnya diakibatkan karena perbuatan kita2 sekarang ini. Hutan digunduli sehingga tidak lagi mampu menahan air,menyerap air hujan untuk mencegah terjadinya erosi. penebangan dan pembakaran hutan menyebabkan peningkatan kadar gas-gas rumah kaca di atmosfer, sehingga meningkatkan efek rumah kaca dan terjadi pemanasan global.
    Kalo tidak ingin hal tersebut di atas terjadi, minimal hutan2 harus dipelihara dan harus dilestarikan…

    ga kebayang klo kedepan sampai seperti itu..

  2. Wah.. yang tinggal di daratan lebih rendah bisa banjir tuh ya.. Sayang banget ya, alam yang indah bisa rusak gitu..

    Ngomong-ngomong bagian pertama itu quote-nya siapa ya? bagus banget quote-nya..

    sudah kejadian. Daerah Bandung Selatan yang lebih rendah sudah langganan banjir tahunan..
    quote nya itu dapat dari buku. Lupa nama bukunya..

  3. Benar2 tragis yah.. sepertinya penghijauan akan jadi sesuatu yang langka di negeri ini

    lebih besar pasak daripada tiang..
    lebih banyak penebangan daripada penanaman.

  4. Memang sangat disayangkan.. soalnya pemerintahnya gak becus ngurus, gak niat dan gak perhatian. Yang jadi fokus cuma urusan duit dan kantong sendiri. Masalah kejelasan peruntukan lahan jadi wilayah abu-abu yang bisa dinegosiasikan. Bayangin aja tuh misoa nya Kristina yg ketangkep karena merubah ijin peruntukan hutan lindung untuk digunakan komersial.

    ga ngerti lah saya.. ada lagi hutan lindung di terabas dibikin jalan raya.. Amdalnya dah keluar lagi..Puusiiinggg

  5. wah kalo bener2 terjadi kerusakan, tragis banget ya…dari danau menjadi danau lagi….😦

    bisa dicegah asalkan mau tegas dan semua bukit itu dihutankan kembali..

  6. gw jadi takut, ramalan dunia akan banjir dan zaman berakhir di 2012 akan terjadi …. kayak di blog nya si seezqo, gara2 begini deh….

    gitu yah?? mudah2an enggak..kita bisa mencegahnya kok..

  7. Temat tinggal saya dulu (sekarang masih tetap menjadi rumah orang tua) adalah di Cigadung. Saat saya SMA, jangankan jam 5 pagi, jam 7 pagi saja komplek tempat saya tinggal masih tebal kabutnya sehingga harus naik saya yang pergi ke sekolah naik motor harus jalan perlahan. Sekarang? Jam 5 pagi saja sudah tidak ada kabut.

    Belum lagi suara burung liar yang sudah tidak pernah terdengar😦
    Lalu sawah dibelakang rumah tempat dulu saya sering “nongkrong” pun sudah hilang … hiks😦

    Menyedihkan memang😦

    kata orang tua juga begitu..Pemanasan global secara lokal hiks

  8. Rumahnya di perbukitan gitu, terlihat keren, tapi bukanya bengkulu rawan gempa ? bangunan kaya gitu gimana ketahananya ? hmm,

    sori,, ini Bandung, bukan Bengkulu hehehehe

  9. masa depan seperti yang tergambar dalam film madmax semakin terbayang deh kalo terus2an begini.

    rindu warna hijau nih🙂

    yup, semakin jarang kita lihat kawasan hijau di perkotaan

  10. wah semua tempat menghadapi permasalahan yang sama ya? takut banget melihat nasib anak cucu kita nantinya… mari kita selamatkan bumi kita ini untuk anak cucu kita…

    yup stuju..mulai dengan diri sendiri dan bal yang terkecil dulu..

  11. Hidup adalah pertaruhan, Mas!
    Terkadang kita harus berpikir untuk merusak satu hal untuk mendapatkan hal yang satunya lagi. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sebenarnya bukan untuk mencegah tapi menghambatnya.

    Menghambat untuk setidaknya anak cucu kita bisa mendapatkan apa yang kita rasakan sekarang ini meski entah dengan cicit-cicit kita kelak.

    Sayangnya dunia ini memang akan berlalu menjadi lebih buruk…

    klo praktiknya kayak gitu, menghambatpun sulit mas..

  12. oo gitu yaa .. * manggut2 *🙂

    iya gitu deh mbak..

  13. pembangunan yg gencar sayangnya ga dibarengin dengan memerhatikan faktor lingkungan😦

    iya nih. ga balance amat..

  14. reaksi pemda gimana?

    biasa rasanya. Malahan hutan lindungpun dibabat untuk jalan raya. Bener2 bikin ga ngerti..

  15. memang suhu udara kota bandung tidak lagi sama ketika 10 tahun lalu saya ksana..totally change!!

    klo pernah tinggal di Bandung pasti dapat merasakan perbedaannya..

  16. betul!
    saya juga sedih liatnya…
    lagian, sepertinya bukan orang bandung juga tuh yang punya rumah di daerah dago pakar itu..
    huh…

    *jawabkomendiblog*
    acaranya games dan makan2. ntah kalo ada acara lain😀

    yup emang rasanya kebanyakan punya orang JKT sih. Kasihan amat kan??

  17. Not just that city, all in country!!!!

    rasanya emang seluruh dunia kayak gini..

  18. gak papa badung ujan jakarta banjiiir

    klo bogor ujan baru jakarta banjir..

  19. Memprihatinkan ya…..

    iya

  20. Bandung yang dulunya Kota Kembang
    Jadi Kota Kembung Kempes yuh

    Duh Bandung😦

    mudah2an secepatnya berubah..

  21. ooo dulu danau purba *manggut – manggut*

    iya

  22. Bandung senasib dunk dengan Batam…

    klo Batam emang gimana??

  23. ini aja baru bandung gimana yang lain… hmphhhh….
    semoga gak berakibat buruk….

    semoga cepat sadar aja deh.

  24. Senasib juga dengan Bontang.. Hutan dibabat.. Nggak lagi ada pohon-pohon raksasa dimana diameternya butuh empat sampai lima orang untuk memeluknya.. yang ada pohon dari beton, dengan lampu-lampu di atasnya.. harga sebuah pembangunan?

    klo ini harga sebuah pembangunan, mahal sekali.. Kasihan anak cucu kita ga dapat apa2..

  25. wah, tampilannya baru nih😀

    iseng ganti2 template..

  26. manusia memang serakah ya, lupa kalau kita itu membutuhkan alam , lupa bukan sebaliknya😦

    klo lupa, harus secepatnya diingatkan kan. Klo ini pura2 lupa. Gmana dunk??

  27. OOT : diposting dong tanaman2 hiasnya, anggreknya juga sekalian minta ijin ngelink blog ya, thanks🙂

    sudah saya but tulisaannya di posting berikutnya mbak..

  28. kalo kunang-kunang masi terlihat ga di Bandung? saya sih kangen masa TK-SD kelas 3 dimana kunang-kunang banyak ditemuin di kampung halaman saya. Sekarang, sungai-sungai jorok n tercemar gini, kunang-kunangpun enggan menghiasinya *halah*

    klo kunang2 sih masih lumayan ada. Emang apa hubungan kunang2 dengan lingkungan yang jorok??

  29. Apa pun jadinya, Bandung merekam ribuan memori keindahan dan kenyamanan.

    klo jadi danau lagi, mudah2an tetap indah deh..

  30. cari yang baru lom ada ya

    udah di posting lagi kok..

  31. bandung itu indah… dingin lagi kalau pagi… sayah suka dingin ^^

    ngadem di kulkas aja deh.. Ini termasuk fast reader gak yah??hehehehe

  32. lama2 tanaman berubah jadi tembok

    bukannya berubah, tapi dirubah.

  33. Tata kotanya gimana siy? pengendalinya siapa? tidak sanggupkah bangsa ini membangun? kasihan…

  34. agaknya fenomena semacam ini terjadi juga di daerah dan kota yang lain mas made. banyak kebijakan yang terlalu berambisi mengejar laju pembangunan, tetapi tidak diimbangi dengan analisis dampak lingkungan yang memadai. akibatnya sudah kita rasakan mulai sekarang. alam menjadi gampang batuk dan marah2, tak ramah lagi dengan penghuninya. entah apa yang akan terjadi pada generasi2 mendatang.

    kasihan aja klo kita mewarisi sesuatu yang rusak..

  35. jadi ingat di puncak, pohon2 ditebang, lereng habis dipakai jadi lahan vila2. akibatnya tanah longsor, kehilangan daerah resapan air. ternyata bandung gak jauh beda. tapi jakarta juga parah…liat aja pembangunan besar2an di kelapa gading, jak-ut, rawa2 yg seharusnya jadi tempat parkir air itu kini sudah berubah wujud jadi tempat parkir bangunan beton. katanya ini jadi salah 1 akibat yg bikin banjir di jkt gak habis2nya. kayaknya pemda gampang banget ngasih ijin membangun di derah resapan air…asal ada duit

    klo jakarta emang sangat parah.. Nunggu jadi waduk aja heheehe

  36. Semua karena kebutuhan dan ambisi………
    Sama juga dengan Bali, yang diburu justru lereng2 perbukitan.

    rasanya yang di Bali lebih parah deh.

  37. ummm. maafkan daku telah menuhin2 Bandung, doakan saja daku cepat pulang ke Gorontalo. atau kalo bisa dapet beasiswa ke luar.hehehe supaya gak menuhin Bandung lagi

    emang yang di gorontalo ga kepenuhan juga nih??:P

  38. Memang Bandung kini mengalami beberapa masalah krusial yang menjadi problematika kota ini. Ironisnya, di Bandung terdapat sebuah institut yang membuka jurusan teknik Planologi, namun entah karena apa toh tata kota Bandung acak kadut seperti ini……

    Apa perlu dipimpin oleh seorang Belanda lagi seperti zaman dulu agar Bandung menjadi “teratur”?:mrgreen:

    lha jalan Punclut klo ga salah jurusan ini yang ngerekomend.. Katanya sih rekomend tergantung situ mau bayar berapa..jangan sampai di jajah lagi deh. melanggar pembukaan UUD’45 “karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”:P

  39. Gorontalo masih luas kok, setidaknya untuk menampung badan daku yang berukuran 1,65X0,4X0,6 meter kubik ini masih muat. hehehe
    di Bandung muat2 aja sih, tapi ntar diprotes😛

    hahhahahha..itu yang diprotes yang bikin vila ga bertanggung jawab di dago pakar, bukan yang lagi ngekost di Cisitu hehehehhe

  40. ini pula yg terjadi di bali saat ini. tiap tanah kosong seolah2 harus segera diisi vila dan hotel. mungkin nunggu para makhluk gaibnya ngamuk kali..

  41. salam
    Ah nanti juga alam bereaksi, dan itu karena ulah manusia yang tidak menjaga keseimbangan.

  42. Wah, makin mengerikan saja melihat ulah manusia…

  43. Ya beginilah adanya Bandung kita tercinta, pengunjung luar kota mulai komentar soal panasnya cuaca Bandung nih…

    Postingan terbaru ihwan Bikin Peta lewat Google Maps

  44. wah itu bukannya foto kafe sierra…sy suka kesana lho…dan ternyata mereka merusak ekosistem yah😦 ?

  45. Sebaiknya kita generasi muda Bandung, mulai menyelamatkan Kota kita ini…

    Salah satu caranya, adakan reboisasi deket2 daerah kalian z…

  46. salam wa rahmah,
    bener tuh kawasan itu sekarang semakin tinggi saja harganya, bukit pakar sekarang kiri kanan sudah perumahan mewah, klo kita jalan, di sebelah kiri adalah pondasi rumah, dan disebelah kanan atap rumah …. eh pemiliknya kebanyakan bukan orang bandung lho, apalagi penduduk sekitar … trus kebanyakan lahan di sana dimiliki oleh orang dari luar bandung juga … orang bandung cuma kebagian banjirnya saja kayaknya mah …. sekarang terbit perda no. 1/2008 tentang pengendalian pemanfaatan KBU, plus pergub yang mengatur sevara lebih detail … tapi efektif ga ya ?? ini INDONESIA masalhnya mah :-p

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: