Telapak Kaki para Presiden

Iseng berjalan di mengitari trotoar Monas, eh malah ketiban pulung. Tanpa sengaja di trotoar Jalan Merdeka Utara (seberang Istana Negara), terdapat tapak kaki presiden yang pernah memerintah Indonesia.

Tapak kaki Presiden Sukarno Baca lebih lanjut

Iklan

Istana Negara vs Monas

Teman pernah bertanya: “Tau gak kenapa setiap pemimpin negara kita selalu jauh dengan rakyatnya? Kalau dulu karena dipimpin penjajah sih lumrah, tapi sekarang dipimpin oleh orang kita sendiri prilakunya tetep saja sama.”

Karena dilihat saya telah pasrah diapun nyeroscos, “karena pemimpin sekarang tetep tinggal di Istana yang dibikin oleh penjajah untuk mengawasi daerah jajahannya. Jadi saat berkuasa perilaku mereka hampir sama dengan penjajah.”

Jawaban yang sedikit ngaco, tapi setelah direnungkan ada benarnya juga. Istana negara yang terletak di Jalan Merdeka Utara dibangun pada tahun 1796 dan pembangunannya selasai tahun 1804. Sejak tahun 1821 oleh pemerintah kolonial, bangunan tersebut digunakan sebagai pusat pemerintahan. Begitu juga saat Jepang berkuasa di Indonesia. Selama penjajahan Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan, istana ini telah digunakan oleh lebih dari 20 kepala pemerintahan dan kepala negara.

Baca lebih lanjut

Monas: “Angkuhnya dikau…”

Dari Bogor sampai di Gambir. Perjalanan hanya satu jam saja. Tiket kereta 6 ribu rupiah.

Baca lebih lanjut

Kebun Raya Bogor: Surgaku…

Bogor. Pertama kali terngiang kata itu, terbayanglah kota kcil yang menggairahkan itu. Bagaimana tidak, berbagai macam buah tropis yang aneh-aneh selalu terpampang di setiap pinggir jalan kota itu. Yang paling menarik tentunya ikonnya, Kebun Raya Bogor.

Siang itu, aku bergegas menuju terminal Lewipanjang. Sayang siang itu puncak terlanjur ramai karena liburan. Jadilah waktu di jalan tersita 6 jam. Sempat kepikiran untuk menggunakan kereta api, tapi agak ribet karena harus naek dua kali. Turun di Gambir trus pindah kereta naek yang ke Bogor. Padahal kalau naik kereta waktu di jalan bisa di pangkas. Mungkin 4 jam saja udah nyampe Bogor.

Monumen Kujang. Monumen identitas Kota Bogor. Baca lebih lanjut

Mengunjungi Museum Geologi

Perjalanan selanjutnya adalah mengunjungi Museum Geologi. Museum ini sering aku liat beritanya di harian Kompas. Makanya jadi tertarik. Letaknya di Jalan Diponogoro, berdekatan dengan pusat pemerintahan kota Bandung, Gedung Sate. Berikut sedikit laporannya:

Museum Geologi terdiri dari tiga bagian. Bagian kanan adalah peninggalan peradaban purba di Indonesia, Bagian kiri adalah mengenai batuan yang ada di Indonesia dan terakhir di lantai dua ada ruangan yang menjelaskan tentang penggunaan geologi untuk aktifitas umat manusia.

Baca lebih lanjut

Jalan-Jalan di Kebun Binatang Bandung

Wah dah lama banget ga ngeblog. Jadi kikuk lagi. Akhirnya bisa ngeblog lagi deh. Setelah menyelesaikan semua tugas kuliah, akhirnya….

Kali ini ada beberapa oleh-oleh dari hasil jalan-jalan selama seminggu. Jalan-jalan di Bandung, Bogor, trus dilanjutkan ke jakarta. Pengalaman yang mengesankan walaupun dengan dana yang sangat minim. Lagi belajar jadi Backpackers nih..

Pertama, maennya yang dekat aja. Di tetangga kampus tercinta: Kebun Binatang Bandung. Selama kuliah hampir 7 tahun, baru kali ini berminat menjenguk tetangga yang terasing ini. Padahal setiap akhir minggu, keberadaan tetangga inilah yang menyebabkan kemacetan di samping kampus. Ini ada beberapa oleh-oleh:

Baca lebih lanjut

Kutukan Teluk Andaman

Pada Tahun 2004, lebih dari 200 ribu jiwa melayang akibat bencana tsunami. Korban berasal dari Indonesia (Aceh dan Sumut), Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Srilanka, Maladewa dan beberapa dari negara Afrika sebelah Timur. Negara tersebut sebagian besar terletak disekitar teluk Andaman.

Pada tahun ini dua bencana dahsyat melanda Myanmar dan China. Topan Nargis menelan korban lebih dari 134 ribu jiwa di Myanmar. Gempa di Shincuan, Cina mengambil lebih dari 34 ribu nyawa. Baca lebih lanjut